Mengelola Kerugian Dalam Trading Forex

Mungkin kita sudah sering mendengar banyak saran dari para trader profesional tentang pentingnya mengelola trading forex kita sehingga sukses meraih profit. Untuk itu kita harus belajar dengan serius bagaimana metode yang paling efektif untuk mengelola trading demi mendapatkan profit yang berkesinambungan dalam market forex. Berikut ini beberapa hal yang mungkin dapat menjadi referensi bagi Anda

Tentang stop loss
Manajemen resiko stop loss dipandang sebagai alternatif pilihan oleh beberapa trader sebagai langkah untuk mengelola kerugian. Tetapi ada beberapa trader harian atau jangka pendek yang tak menggunakan stop loss karena biasanya mereka mengamati setiap trading mulai dari awal hingga akhir. Resikonya, selama seharian mereka harus terus-menerus memonitor grafik dan ini tentu merupakan hal yang melelahkan. Beberapa trader lain lebih menyukai cara profesional yaitu mengambil set dan kemudian mengabaikannya karena hal itu memang merupakan strategi trading mereka.

Dengan strategi ini mereka tak perlu duduk di depan monitor komputer sepanjang hari. Pada penerapan strategi ini kerugian dan profit trading telah terpasang secara otomatis dan merupakan bagian yang telah menyatu dalam pengelolaan trading mereka. Ada pula trader yang menggunakan hedging sebagai pengganti stop loss otomatis, sehingga tak perlu memonitor grafik terus-menerus. Semua strategi yang dipakai tersebut sah-sah saja dengan segala resikonya tergantung dari trader dalam menerapkannya.

Yang harus dipahami dalam trading forex adalah sangat penting untuk selalu memperhatikan faktor resiko sebelum mengejar profit sebesar-besarnya. Para profesional yang telah mengandalkan trading sebagai satu-satunya sumber nafkah selalu mengutamakan untuk menempatkan stop loss atau order pending position demi mengamankan trading sebelum menempatkan posisi trading. Berikut ini adalah beberapa hal umum mengenai penempatan stop loss atau pun order pending hedging:

  1. Trader hendaknya menempatkan hedging atau stop loss pada posisi yang masuk akal. Hal ini artinya stop loss / hedging harus berada pada tempat yang logis dalam perspektif keseluruhan struktur market forex dan pada level yang akan terlihat ketika sigmal trading kehilangan validitasnya.
  2. Mulailah dengan keyakinan bahwa Anda menginginkan trading yang dilakukan pada hari ini bisa mencapai take profit atau mengenai target profit. Sesekali Anda boleh keluar dari trading secara manual ketika ternyata arah market berbalik melawan trading Anda. Jika terjadi posisi Anda menjadi tak menguntungkan segeralah bertindak dengan mengambil posisi aman.

Dengan demikian Anda akan terhindar dari kerugian atau bisa juga karena target profit telah terpenuhi. Keluar dari perdagangan memang membutuhkan tekad karena nafsu kita pasti masih ingin terus meraup keuntungan. Keluar dari trading secara manual dapat pula dilakukan bila terjadi pergerakan harga yang tampaknya meyakinkan yang bergerak berlawanan dengan posisi Anda.

Kedua strategi tersebut termasuk jenis exit manual murni yang berdasarkan pada pemikiran yang masuk akal karena semua keputusan trading memang harus dengan pertimbangan yang masuk akal. Jika memang target keuntungan telah diperoleh tetapi kemudian Anda merasa ragu karena terjadi pembalikan dalam pergerakan harga, maka lebih baik segera amankan profit Anda. Lakukan exit manual sebelum terkena stop loss. Profit kecil yang berhasil Anda peroleh jauh lebih baik daripada harus menderita kerugian karena memburu keuntungan besar.
Kesimpulannya, untuk keluar dari trading, para trader profesional sering menggunakan 2 strategi, yaitu:
• Membiarkan stop loss bekerja otomatis sebagaimana yang telah ditetapkan.
• Para trader secara manual dapat melakukan exit dari perdagangan karena pembentukan harga yang memberikan signal jelas akan suatu posisi.

Tujuan diterapkannya strategi tersebut adalah menempatkannya pada level yang memberikan trading forex jumlah pips yang masuk akal. Memang dibutuhkan ruang untuk harga sebagai tempat pergerakan, tetapi ruangan yang terlalu luas juga akan beresiko kerugian pada trader. Secara umum para trader profesional ini memasang stop loss untuk membatalkan signal perdagangan pada tataran logis yang paling dekat, termasuk apakah hal tersebut termasuk indikator teknikal lainny atau sesuai dengan price action.

Para trader ini tidak perlu menempatkan stop loss terlalu jauh dan sebaliknya, tak terlalu dekat pula dengan entry point. Dengan demikian modal mereka akan terlindung dengan cara yang logis. Sayangnya hingga saat ini banyak trader, terutama yang masih pemula enggan menempatkan strategi pengamanan semacam itu. Hasilnya tentu akan berakhir dengan kerugian daripada keuntungan, atau bila beruntung di awal trading mungkin memang akan sukses meraih profit tetapi selanjutnya bisa saja modal mereka akan ludes karena merugi.

Hal kedua yang penting terkait dengan manajemen strategi trading adalah menentukan target keuntungan yang masuk akal. Tips yang satu ini mungkin terlihat sepele, tetapi ini merupakan hal yang sangat penting pada pengelolaan trading. Selain itu pada prakteknya hal ini juga cukup sulit karena menentukan target profit itu berkenaan dengan faktor teknis dan emosional yang paling menantang dalam trading. Untuk dapat meraih profit secara konsisten trader harus melakukan exit dari trading setelah berhasil mendapatkan profit yang sesuai dengan target, dan bukannya keluar karena merasa cemas saat market mulai berubah posisi.

Faktor yang menyebabkan sulitnya hal ini dipraktekkan adalah sifat keserakahan manusia yang bernafsu untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Inilah yang membedakan trader profesional dengan pemula, para profesional menargetkan keuntungan lalu menguncinya dan melakukan exit dari trading untuk sementara. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa prinsip yang ideal ini tak dapat dilanggar.

Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah adanya kemungkinan kuat untuk meraup profit yang lebih besar lagi karena terjadi trend yang akurat dari market. Pada keadaan tersebut maka trader disarankan untuk memasang target profit yang lebih tinggi dan memonitor trading. Penempatan trailing stops dapat menjadi strategi cerdas untuk mengunci keuntungan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dilakukan oleh para trader profesional untuk memasang target keuntungan.

Setelah memasang posisi yang masuk akal untuk stop loss, para trader ini lalu akan mengalihkan perhatian untuk menempatkan target profit yang logis menggunakan resiko pilihan mereka. Tetapi kadang resiko untuk perbandingan reward tidak cukup besar, yaitu antara 1:2 saja dengan rasio reward yang lebih besar. Dalam hal menempatkan target profit pada trader tertentu juga tanpa mengabaikan level market yang jelas, seperti misalnya unsur tingkat fibo, support, resistance, dan lain sebagainya sebagai analisa teknikal yang diterapkan.

Yang paling penting, patokannya adalah penerapan prinsip yang mengandung resiko yang terkecil. Dengan demikian, saat target profit telah ditetapkan, trader profesional pada umumnya akan mencari kunci support dan resistance, bar rendah dan tertinggi, level Fibonacci, atau level kunci yang lain yang akan menempatkan target keuntungan dengan masuk akal.

Sebagai kunci keberhasilan dalam trading forex, 2 aspek manajemen perdagangan yang sangat penting pada level yang mana pun adalah penempatkan target profit dan stop loss. Beberapa trader telah menemukan strategi yang paling tepat untuk memperoleh hasil yang konsisten adalah merancang resiko semininal mungkin untuk menilai rasio dan kemudian menempatkan target profit dan stop loss sesuai dengan rasio ini.

Leave a Comment